Tentang Taubat

 

Taubat adalah kembali taat kepada Allah s.w.t dan menyesal dengan bersungguh-sungguh terhadap dosa yang telah dilakukan sama ada dosa besar mahupun dosa kecil serta memohon keampunan dari Allah. Setiap individu disuruh bertaubat untuk menyucikan diri dari dosa besar dan kecil, sama ada dilakukan dengan sengaja mahupun tidak

Syarat taubat:
1. Menyesali perbuatan yang telah dilakukan
2. Berusaha tidak mengulangi perbuatan tersebut dan berusaha berhenti total
3. Ikhlas karena Allah SWT
4. Waktunya sebelum ruh sampai tenggorokan
5. Waktunya sebelum matahari terbit dr ufuk barat

“Kisah singkat Taubat pembunuh 100 Jiwa”

Tentang orang yang telah membunuh 99 orang dan sangat ingin bertaubat, dia bertanya kepada seorang rahib apakah jika ia bertaubat maka taubatnya akan diterima? Rahib menjawab tidak mungkin karena dia telah membunuh 99 jiwa. Kemudian rahib itupun dibunuh dan genaplah dia membunuh 100 Jiwa.
Dia lalu pergi bertemu dengan orang soleh dan menyatakan apakah taubatnya diterima karena dia baru saja membunuh 100 orang. Orang alim itu pun menjawab, ”Ya masih diterima. Dan siapakah yang akan menghalangi antara dirinya dengan taubat? Beranjaklah dari tempat ini dan ke tempat yang jauh di sana karena di sana terdapat sekelompok manusia yang menyembah Allah Ta’ala, maka sembahlah Allah bersama mereka. Dan janganlah kamu kembali ke tempatmu(yang dulu) karena tempat tersebut adalah tempat yang amat jelek.”

Laki-laki ini pun pergi (menuju tempat yang ditunjukkan oleh orang alim tersebut). Ketika sampai di tengah perjalanan, maut pun menjemputnya. Akhirnya, terjadilah perselisihan antara malaikat rahmat dan malaikat adzab. Malaikat rahmat berkata, ”Orang ini datang dalam keadaan bertaubat dengan menghadapkan hatinya kepada Allah”. Namun malaikat adzab berkata, ”Orang ini belum pernah melakukan kebaikan sedikit pun”. Lalu datanglah malaikat lain dalam bentuk manusia, mereka pun sepakat untuk menjadikan malaikat ini sebagai pemutus perselisihan mereka. Malaikat ini berkata, ”Ukurlah jarak kedua tempat tersebut (jarak antara tempat jelek yang dia tinggalkan dengan tempat yang baik yang ia tuju -pen). Jika jaraknya dekat, maka ia yang berhak atas orang ini.” Lalu mereka pun mengukur jarak kedua tempat tersebut dan mereka dapatkan bahwa orang ini lebih dekat dengan tempat yang ia tuju. Akhirnya,ruhnya pun dicabut oleh malaikat rahmat.”

KUPAT (11 Maret 2016) di Masjid Tsukuba
Kultum Warga oleh Mas Roni Maryana

Image_05e1aae Image_10d91f3

 


Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *