Iman dan Taqwa*

Kita menyatakan diri bahwa kita beriman kepada Allah artinya kita meyakini bahwa hanya Allah yang mencipta, mengatur, memelihara, memberi rezeki, memberi manfaat dan mampu menolak mudharat serja menjaga seluruh alam (Tauhid Rubbubiyah). Karena Allah adalah BIG BOSS yang maha mengatur segala hal di alam semesta beserta isinya maka manusia juga wajib beriman bahwa hanya Allah satu satunya yang berhak untuk disembah (dilarang menyekutukan Allah dengan selain Nya) serta berjanji untuk bertaqwa dengan mentaati segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya (Tauhid Uluhiyah)

Membahas ‘tauhid’ adalah materi yang sangat menarik. Orang orang kafir quraisy itu ‘percaya’ bahwa Allah / tuhan yang maha esa adalah pencipta, pengatur dan pemelihara alam semesta beserta isinya (tauhid rubbubiyah) namun dalam hal peribadatan mereka menyembah banyak hal (berhala) selain Allah. Contoh yang sangat menarik adalah ‘tauhid’ kakek Nabi Muhammad SAW dimana ketika ka’bah akan diserang oleh Abraham, kakek Nabi menyerahkan segala urusan keselamatan ka’bah hanya kepada Allah. Dan akhirnya Allah selamatkan ka’bah atas izinNya. Namun dalam prakteknya kakek nabi dan kaum quraisy menjalankan praktek praktek peribadatan yang menyekutukan Allah.

Saat ini mungkin orang islam tidak menjalankan praktek peribadatan yang menyekutukan Allah atau menyembah berhala. Mereka sholat, puasa, zakat, haji dan sebagainya. Namun ketika berurusan dengan hal dunia, manfaat, rezeki, jodoh, penyakit, mudhorat dan masalah berapa banyak dari kita yang tidak menyandarkan diri bahwa hanya Allah yang dapat menyelesaikan segala urusan kita (Tauhid Rubbubiyah). Kita menyandarkan diri kepada kecerdasan kita, kekuatan kita, harta kita dan kebanyakan manusia.

Apalah arti kecedarsan kita tanpa pertolongan Allah. Apalah arti harta kita karena mudah saja bagi Allah untuk mengambilnya. Apalah artinya kekuatan manusia jika untuk menolak jerawat kecil dimuka saja tak sanggup. Bukankan Allah berkali kali meneguhkan janjinya bahwa barang siapa benar benar beriman & bertaqwa hanya kepada Allah maka Allah akan mudahkan baginya jalan keluar bagi kesulitan dan jalan keluar setiap persoalannya. Berapa banyak masalah dan jalan keluar yang Allah selesaikan bukan dengan kecerdasan, kekuatan dan harta kita. Justru dengan jalan iman dan taqwa Allah mengatur dan memperbaiki segala permasalahan kita.

Apalah arti iman dan taqwa jika hanya terucap dimulut saja. Bisa saja mulut kita berucap beriman dan bertaqwa kepada Allah namun hati dan perbuatan justru bermaksiat dan menyekutukan Allah. Mari kita perbaiki iman dan taqwa kita baik dalam lisan, qalbu dan perbuatan. Iman dan taqwa itu lebih berat dan berharga dari pada kecerdasan, kekuatan dan segunung harta yang kita kumpulkan. Kelak di akhirat semuanya akan ditimbang, hingga iman dan taqwa menjadi penolong.

*terinspirasi dari tausiah Ustad Rohimin Gufron pada Kajian untuk Putra (KUPAT), 19 Februari 2016 di Masjid Tsukuba
GM

 


Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *