Riyadhus Shalihin: Kitab Adab-adab Makanan (1)

Kitab Adab-adab Makanan Mengucapkan Bismillah Pada Permulaan Makan Dan Alhamdulillah Pada Penghabisannya

725. Dari ‘Amr bin Abu Salamah radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda kepadaku: “Ucapkanlah Bismillah dan makanlah dengan tangan kananmu serta makanlah dari makanan yang ada di dekatmu.” (Muttafaq ‘alaih)

726. Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Apabila seseorang dari engkau semua makan, maka hendaklah menyebutkan nama Allah Ta’ala – yakni mengucapkan Bismillah. Jikalau ia terlupa menyebutkan nama Allah Ta’ala pada permulaan makannya itu, maka hendaklah mengucapkan: “Bismillahi awwalahu wa akhirahu,” artinya: Dengan nama Allah pada permulaan makan dan pada penghabisannya.

Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dari Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

727. Dari Jabir r.a., katanya: “Saya mendengar Rasululiah s.a.w. bersabda: “Apabila seseorang itu masuk rumahnya, lalu ia berzikir kepada Allah di waktu masuknya dan ketika makannya, maka syaitan berkata kepada kawan-kawannya: “Engkau semua tidak dapat memperoleh tempat bermalam serta makanan. Tetapi jikalau orang itu masuk lalu tidak berzikir kepada Allah Ta’ala ketika masuknya, maka syaitan berkata: “Engkau semua dapat memperoleh tempat bermalam.” Selanjutnya jikalau orang tadi tidak pula berzikir kepada Allah Ta’ala ketika makannya, maka syaitan tadi berkata: “Engkau semua dapat memperoleh tempat bermalam serta makanan.” (Riwayat Muslim)

728. Dari Hudzaifah r.a., katanya: “Kita semua itu apabila mendatangi makanan bersama Rasululiah s.a.w., maka kita tidak akan meletakkan tangan-tangan kita lebih dulu sebelum Rasulullah s.a.w. memulainya, lalu beliau meletakkan tangannya. Sesungguhnya kita semua pernah mendatangi makanan pada suatu ketika bersama beliau s.a.w., lalu datanglah seorang jariah – wanita, mungkin seorang hamba sahaya atau seorang merdeka, seolah-olah ia dijorokkan – karena amat cepat jalannya, lalu ia maju untuk meletakkan tangannya pada makanan, kemudian Rasululiah s.a.w. mengambil tangannya – dilarang makan dulu. Seterusnya datang pulalah seorang A’rab – penghuni pedalaman negeri Arab, seolah-olah ia dijorokkan, lalu tangannya diambil pula oleh beliau s.a.w. Setelah itu Rasululiah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya syaitan itu mencari halalnya makanan itu apabila tidak disebutkan nama Allah Ta’ala atasnya – yakni tidak dibacakan Bismillah lebih dulu. Sebenarnya syaitan itu datang dengan membawa jariah ini untuk mencari halalnya makanan ini baginya, tetapi saya telah mengambil – yakni menahan – tangannya. Kemudian datang pulalah syaitan tadi dengan membawa orang A’rab ini untuk mencari halalnya makanan ini baginya, lalu saya ambil pula tangannya. Demi Zat yang jiwaku ada di dalamngenggaman kekuasaanNya, sesungguhnya tangan syaitan itu ada di dalam genggaman tanganku itu bersama kedua tangan orang yang kupegang ini.”

Sesudah itu beliau s.a.w. menyebutkan nama Allah Ta’ala – yakni membaca Bismillah – lalu makan.” (Riwayat Muslim) 729. Dari Umayyah bin Makhsyi as-Shahabi r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. – pada suatu ketika – duduk di situ ada seorang lelaki yang makan lalu tidak mengucapkan Bismillah, sehingga makanannya tidak tertinggal melainkan sesuap saja. Setelah orang itu mengangkatkan sesuatu yang tertinggal tadi di mulutnya, tiba-tiba ia mengucapkan: Bismillahi awwalahu wa akhirahu.” Kemudian Nabi s.a.w. ketawa lalu bersabda: “Tidak henti-hentinya syaitan tadi makan bersama orang itu. Tetapi setelah ia ingat untuk mengucapkan nama Allah – yakni setelah membaca Bismillah, maka syaitan tadi

memuntahkan seluruh makanan yang telah ada dalam perutnya. (Riwayat Abu Dawud dan nasa’i)

730. Dari Aisyah radhiallahu’anha, katanya: “Rasulullah s.a.w. -pada suatu ketika – hendak makan sesuatu makanan bersama enam orang sahabat-sahabatnya. Lalu datanglah seorang A’rab – penghuni pedalaman negeri Arab, kemudian makan makanan itu dalam dua kali suap saja. Rasulullah s.a.w. lalu bersabda: “Sesungguhnya saja andaikata orang ini suka membaca Bismillah – sebelum makannya tadi – niscaya makanan itu dapat mencukupi engkau semua pula -karena adanya keberkahan dalam makanan itu.”

Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

731. Dari Abu Umamah r.a. bahwasanya nabi s.a.w. apabila mengangkat hidangannya – yakni setelah selesai makan – beliau s.a.w. mengucapkan – yang artinya: “Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya, makanan yang suci serta diberkahi, tidak diremehkan serta tidak pula dianggap kurang berguna, ya Tuhan kita.” (Riwayat Bukhari)

732. Dari Mu’az bin Anas r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang setelah selesai makan sesuatu makanan lalu mengucapkan – yang artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan makanan ini padaku dan memberikan rezeki itu padaku tanpa adanya daya serta kekuatan daripadaku, maka diampunkanlah untuknya apa-apa yang telah terdahulu dari dosanya.” Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan


Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *